UEFA Nations League Belanda Menang vs Jerman Dengan Skor 3-0

Belanda yang berhasil meraih kemenangan perdananya pada pertandingan ajang UEFA Nations League. Dengan berhadapan dengan tim Jerman, De Oranje berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 3-0.
Di pertandingan kedua Liga 1 Grup A yang digelar di Johan Cruyff Arena, pada hari Minggu (14/10/2018) dinihari WIB, Belanda tak perform dengan kekuatan terokenya. Pada sisi lini serang terdapat pemain Steven Bergwijn, Ryan Babel, dan Memphis Depay.
Sedangkan, Jerman memakai skema permain terbaiknya dengan tiga pemain Thomas Mueller, Timo Werner, dan Mark Uth memperkuat lini depan dibantu Toni Kroos, Emre Can, dan Joshua Kimmich.
Tidak terdapat kesempatan berbahaya hingga menit awal sebelum akhirnya pada menit ke-19, Jerman memperolehnya. Memerlukan penyelamatan gemilang yang dilakukan Jasper Cillessen ketika menghalau bola tendangan dari Mueller yang ada pada posisi one-on-one pada area kotak penalti.
Belanda yang mencoba untuk membalas serangan yang hasilnya diperoleh pada saat kompetisi berlangsung selama 30 menit. Dengaan bermula korner, bola disambut dengan sundulan Ryan Babel yang dapat dihalau Manuel Neuer. Namun, rebound kilat disambut Virgil van Dijk untuk merubah skor menjadi 1-0.
Bergwijn hampir menggandakan skor pada menit ke-36 jikalau dirinya lebih tenang dalam memanfaatkan umpan Frenkie De Jong. Bola sepakannya dari jarak 25 yard melayang.
Mueller menyia-nyiakan peluang menyetarakan perolehan skor di ke-38 pada saat Mueller yang ada tepat di muka gawang justru mengarahkan bola menuju ke sisi gawang Cillessen.
Skor 1-0 tetap bertahan sampai jeda turun minum.
Jerman yang tertinggal 0-1 berjuang untuk merubah situasi dengan memainkan Leroy Sane dan Julien Draxler dalam mempertajam lini serang dengan mengganti posisi Can dan Mueller.
Dengan Sane yang menjadi pemain pengganti sanggup membuat permainan Jerman menjadi lebih menggigit dan dirinya yang hampir membuat assist jikalau sepakan Draxler tidak dihalau Van Dijk.
Sane yang gagal dalam memanfaatkan kesempatan emas ketika dirinya berada bebas dalam mencetak gol setelah mendapatkan umpan Kimmich pada menit ke-65. Setelah lepas dari kawalan Martin De Roon, Sane justru menembak bola menuju ke samping pada pertarungan dengan Cillessen.
Pada menit ke-76 Memphis membuat sprint melalui sejumlah pemain Jerman sebelum akhirnya mengirimkan tendangan keras yang dapat dihalau Neuer.
Belanda yang hingga akhirnya menorehkan gol keduanya di pertandingan menit ke-86. Serangan cepat yang dilakukan Quincy Promes yang setelah itu mengirimkan umpan tarik dan diakhiri dengan manis oleh Memphis melalui tendangan terukur ke tiang dekat gawang Neuer.
Kemenangan Belanda berhasil dikokohkan oleh gol torehan Georginio Wijnaldum yang merubah skor jadi 3-0 pada menit ke-93. Aksi individu Wijnaldum melalui halauan dari Jerome Boateng dan dua pemain bertahan Jerman diselesaikan dengan tendangan terukur menuju ke pojok gawang Neuer.
Belanda yang berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor akhir tanpa balas 3-0 dan naik ke peringkat kedua klasemen Grup 1 dengan perolehan tiga poin, berselisih satu angka dari Prancis yang ada di peringkat puncak. Jerman tanpa perolehan kemenangan pada peringkat buncit dengan mengantongi satu poin.

Zanetti Ingin Derby Milan Yang Paling Berkesan Terulang Kembali

Sang wakil Presiden klub Inter Milan, yakni Javier Zanetti, membahas mengenai masalah Derby Milan. Dengan pertemuan yang sangat berkesan baginya ialah ketika Nerazzurri membantai tim AC Milan dengan perolehan skor akhir 4-0.
Serie A Liga Italia pada minggu kesembilan bakal digelar pada akhir minggu ini. Terdapat Derby della Madonnina yang membuat duo Milan, yakni Inter dengan Milan saling berhadapan di Giuseppe Meazza, Senin (22/10/2018) dinihari WIB.
Sampai saat ini kedua tim telah berhadapan sebanyak 221 kali di pertandingan resmi. Inter berhasil unggul dengan memperoleh sebanyak 78 kemenangan dan Milan memperoleh 76 kemenangan serta 67 kompetisi yang berakhir seri.
Zanetti, yang dulunya pernah menjadi pemain Inter di tahun 1995-2014, sudah tidak asing lagi dengan Derby Milan. Dari sejumlah pertandingan yang telah dilakoninya, kemenangan skor akhir tanpa balas 4-0 di musim 2009/2010 menjadi pertandingan yang paling berkesan baginya.
“Derby yang paling berkesan bagi saya ialah pada pertandingan pertama di tahun 2009/2010, dimana kami berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 4-0. Semua orang berkeinginan untuk ikut bagian pada kompetisi semacam itu dan saya berharap kami dapat mengulang kembalinya,” papar Zanetti.
Inter yang tengah berada pada laju positif sampai saat ini. Pada enam pertandingan terakhir di semua ajang pertandingan pada musim ini, Nerazzurri sukses menyelesaikan seluruh pertandingan dengan kemenangan.
Milan juga tengah berada pada kondisi yang serupa. Rossoneri masih belum mengalami kekalahan pada delapan pertandingan terakhir pada musim ini. Tim didikan dari Gennaro Gattuso berhasil memperoleh sebanyak lima kemenangan dan tiga seri.
“Jika Inter dan tim sekarang ini tengah berada pada dua kondisi yang sangat berbeda. Kami berhasil sampai pada posisi tertinggi suatu era. Balik ke ajang pertandingan Liga Champions telah menjadi titik awal, namun terdapat hal yang sama kami diperlakukan dengan baik,” papar pria berkebangsaan Argentina tersebut.
“Jelas, Derby Milan ialah sebuah kompetisi penting dan kedua tim datang ke kompetisi pada penampilan yang oke. Sayang sekali sejumlah pemain bakal telat kumpul usai menjalani tugas internasional dan kami tak memiliki banyak waktu dalam mempersiapkannya,” lanjutnya.

Javier Zanetti Menilai Inter Milan vs AC Milan Akan Terlahir Banyak Gol

Javier Zanetti beranggapan jika Derby della Madonnina yang akan dilangsungkan pada minggu ini bakal tercipta banyak gol. Hal tersebut disebabkan oleh faktor dari Mauro Icardi dengan Gonzalo Higuain.
Pada minggu kesembilan ajang pertandingan Serie A 2018/2019 bakal menampilan pertandingan yang mempertemukan duo Milan, yakni tim Inter Milan melawan AC Milan yang akan digelar di Giuseppe Meazza, pada hari Senin (22/10/2018) dinihari WIB. Pertandingan antar kedua tim satu kota ini ialah edisi yang ke-222 pada laga resmi.
Dengan pertemuan antar kedua tim ini dapat kian mengesankan dengan mengingat lajunya tim Inter dengan Milan yang tengah naik daun. Dari enam kompetisi terakhir pada semua ajang pertandingan pada musim ini, Nerazzurri sukses menyelesaikan seluruh pertandingan dengan berhasil meraih kemenangan.
Milan juga tidak kalah okenya dibanding dengan Inter. Rossoneri yang masih belum pernah alami kekalahan pada delapan pertandingan terakhir pada musim ini dengan berhasil merebut lima kemenangan dan tiga kali berakhir seri.
Zanetti, yang ialah eks pemain dari tim Inter dan sekarang ini merupakan menjabat menjadi sang wakil presiden Inter, mengatakan jika pertemuan ini bakal terciptanya banyak gol. Kondisi tersebut dikarenakan Icardi yang telah kembali menjadi sang mesin gol Nerazzurri dengan berhasil meraih tiga gol dari dua kompetisi terakhir ajang Serie A. Higuain juga tidak mengalami kekalahan dengan empat gol dari tiga kompetisi terakhir yang dilakoni Milan di liga.
“Mauro Icardi dengan Gonzalo Higuain sangatlah mengesankan, untuk dapat menghentikan mereka sangatlah susah. Ini bakal menjadi pertandingan yang akan terlahirnya banyak gol,” papar Zanetti.
Inter yang kini tengah menghuni di peringkat klasemen yang lebih baik dibanding dari Milan. Inter menghuni di peringkat ketiga dengan mengantongi sebanyak 16 poin dari delapan kompetisi dan Milan yang menghuni di peringkat ke-10 dengan mengantongi sebanyak 12 poin dari tujuh pertandingan yang telah dilakoni.

Dituding Pengaturan Skor, Laga PSG vs Red Star Diselidiki

Otoritas Prancis yang sedang melakukan penyelidikan mengenai pertandingan Liga Champions yang mempertemukan tim Paris Saint-Germain melawan Red Star Belgrade. Terdapat laporan pertandingan itu mengalami pengaturan.
PSG yang berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 6-1 kontra Red Star di Parc de Princes di tanggal 3 Oktober kemarin. setelah itu, terdapat sebuah laporan jika terdapat seorang ofisial dari Red Star memasang taruhan dana mencapai 5 juta euro atau setara dengan Rp87,9 miliar dalam kekalahan skuadnya dengan sebanyak lima gol.
UEFA lantas melanjutkan kecurigaan itu menuju ke kantor Jaksa Keuangan Nasional (PNF) dalam melakukan penyelidikan. PNF pun memberikan konfirmasi jika investigasi sudah dibuka.
Kedua tim telah bereaksi dengan tuduhan itu. Baik dari pihak Red Star ataupun pihak PSG menyangkal mengenai tudingan itu.
“FC Red Star yang sangat marah dan benci dalam menolak sejumlah tudingan itu. Sejumlah wacana tersebut dapat merugikan dan membawa kerusakan pada peringkat klub kami dan hal tersebut yang menyebabkan kami bersikeras mau UEFA dan para investigator di Serbia dan Prancis melakukan penyelidikan dari semua cerita ini dan memperoleh kebenaran,” isi pernyataan resmi dari Red Star.
“Teknologi jaman kini dan sejumlah mekanisme lainnya sangat berkembang oleh sebab itu pada dasarnya tak mungkin untuk kasus ini tidak dapat dipecahkan. Red Star memiliki harapan memperoleh kebenaran dalam waktu dekat dan menyingkirkan seluruh keraguan mengenai keterkaitan kami pada kemungkinan membuat kesalahan,” demikian yang dilansir media.
Sedangkan PSG mengungkapkan rasa kesal dan geramnya mengenai laporan itu. Les Parisiens juga yang bersiap memberikan gugatan hukum mengenai masalah kerusakan citra mereka.
“Paris Saint-Germain mengkonfirmasikan mengenai komitmen pada prinsip fundamental olahraga, yaitu integritas dari pertandingan dan oleh sebab itu membantah sejumlah bentuk tindakan yang dapat mengarah terhadap pertanyaan akan integritas itu,” isi pernyataan PSG.

Juventus Diberikan Peringatan Tentang Laju Mereka

Juventus yang sampai saat ini masih dominan di ajang pertandingan Liga Italia pada musim ini. Walau begitu, Bianconeri diperingatkan jika musim ini baru saja digelar.
Pada delapan kompetisi yang telah dilakoninya, Juventus masih berada pada keadaan sempurna. Mereka yang kerap meraih kemenangan, sampai berhasil meraih posisi puncak klasemen dengan mengantongi sebanyak 24 angka.
Hal tersebut berhasil menunjukkan jika kekuatan dari tim Juventus di ajang pertandingan Liga Italia pada musim ini. Lebihnya lagi The Old Lady yang baru saja memboyong sang pemain bintang, yakni pesepakbola Cristiano Ronaldo.
Dominasi Juventus tersebut tidak menyebabkan mantan pemain Milan, yakni yang bernama Roberto Donadoni, merasa terkejut. Namun, dirinya mengatakan jika para tim-tim pesaing masih memiliki sejumlah waktu untuk kembali bangkit.
Dalam saat ini, Napoli merupakan tim pesaing paling dekat yang sekarang mengantongi sebanyak 18 poin. Dengan dibelakangnya disusul oleh tim Inter Milan dengan mengantongi sebanyak 16 poin.
“Saya yang masih belum melihat apapun yang istimewa selain dari penegasan jika tim Juventus satu kali lagi mengumumkan jika tim mereka yang merupakan tim paling kuat,” papar Donadoni.
“Sejumlah tim yang telah ada disana tengah berada dalam masalah, namun kita masih berada pada awal musim. Seluruh tim memiliki waktu untuk kembali bangkit,” sambung dirinya.

Mark van Bommel Murka Handanovic Tak Dapat Kartu Merah

Manajer dari klub sepakbola PSV Eindhoven, Mark van Bommel sekarang ini kelihatannya tak bahagia dengan kepemimpinan yang dilakukan oleh pada pertandingan yang berhadapan dengan skuad Inter Milan. Dirinya merasa jika penjaga gawang Nerazzurri, Samir Handanovic, memang harus diusir keluar dari lapangan.
Kedua skuad ini bertemu pada pertandingan lanjutan grup B dari Liga Champions di markas PSV, Phillips Stadion. Laga tersebut juga selesai dengan kedudukan tipis dengan skor akhir 2-1 untuk skuad Inter Milan yang berhasil mendapatkan kemenangan kali ini.
Aksi yang dilakukan oleh Handanovic ini memang jadi sorotan utama Van Bommel. Penjaga gawang yang berasal dari Slovenia itu memang sempat menerima kartu kuning dikarenakan dirinya yang menyentuh bola di luar kotak penalti setelah ia berduel dengan pemain PSV, Steven Bergwijn.
Mark van Bommel kelihatannya memang tak bahagia dengan keputusan yang dibuat oleh wasit yang hanya memberikan dirinya kartu kuning. Menurut keputusan dari dirinya, sang kiper akan lebih baik diberikan kartu merah.
“Saya tak suka dengan kepemimpinan yang dilakukan oleh wasit, sama sekali,” papar Van Bommel sesudah pertandingan berakhir.
“Semua memang mengetahui jika insiden yang dimana buat saya marah: tak mendapatkan kartu merah,” sambungnya.
“Menurut pendapat dari saya, memang tak dapat diragukan lagi: ia memang harus menerima kartu merah,” tutur Mark van Bommel.
Kekalahan yang mereka dapatkan itu juga buat PSV masih harus tetap bertahan di peringkat empat klasemen sementara grup B tanpa mendapatkan poin sama sekali. Dan untuk Inter Milan sukses duduk diposisi dua dengan mendapatkan enam angka.

Matthijs de Ligt Tidak Akan Anggap Penting Isu Transfer Dirinya

Pemain dari klub sepakbola Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt sekarang ini lebih pilih untuk tidak menggubris isu mengenai hengkangnya dia dengan sederet klub papan atas Eropa. De Ligt adalah salah pemain yang mempunyai bakat luar biasa di Belanda untuk sekarang ini. Dan pada usia dirinya yang baru masuk ke 19 tahun, dia memang telah memperlihatkan penampilan yang luar biasa bahkan sudah tampil reguler dengan skuad utama Ajax.
Dan pada dua musim terakhir ini, De Ligt telah sukses menuliskan lebih dari 60 laga dirinya untuk Ajax. Bahkan De Ligt juga teleh menerima panggilan untuk memperkuat tim nasional Belanda.
Sinar terang yang dikeluarkan oleh De Ligt ini memang tidak lepas dari pantauan skuad papan atas Eropa. Sederet skuad papan atas yang seperti Manchester United, Barcelona, Tottenham Hotspur sampai dengan Juventus diberitakan mempunyai ketertarikan terhadap dirinya. Walau begitu dirinya mengungkapkan jika dia tidak terlalu memperhatikan isu itu dan lebih memilih untuk fokus di Ajax.
“Jujur, menurut saya tidak ada yang spesial. Terdapat banyak tabloid yang menulis isu. Saya sampai saat ini masih belum mendengar apapun, oleh karenanya saya akan fokus di Ajax,” papar Matthijs de Ligt.
“Bahagia memang jika melihat nama kita sering diisukan dengan sederet klub papan atas, namun bila saya tidak mendengar apapun juga tidak akan menjadi masalah,” sambungnya.
“Memang iya membahagiakan, namun pada saat dirinya masuk lapangan dia akan seperti binatang. Dan pada saat berada diluar lapangan, dia rendah hati dan pendiam, sedikit pemalu. Dan lalu dia masuk kelapangan dan seperti, ‘Wow, apa yang sudah terjadi disini?'” tuntas Matthijs de Ligt.

Manchester United Didakwa UEFA

Klub sepakbola Manchester United sekarang ini dituntut oleh badan sepakbola Eropa UEFA lantaran mereka yang sudah datang terlambat ke Old Trafford pada pertandingan matchday kedua penyisihan grup Liga Champions pada saat berhadapan dengan skuad Valencia.
Pada laga tersabut skuad United dan Valencia memang sama-sama gagal membobol gol dalam waktu 90 menit penuh. Dan kedua skuad ini juga harus puas berbagi angka.
Untuk skuad United, hasil itu memang sudah pasti jauh dari kata baik. Lantaran mereka yang pada waktu itu bermain di kandang. Dan juga skuad Setan Merah yang sekarang ini juga tercatat selalu gagal untuk mendapatkan kemenangan diempat pertandingan terakhir dalam semua kompetisi.
Duel ini memang kemudian ditunda dalam waktu lima menit lantaran bus dari skuad United terjebak macet pada perjalanan dari Lowry Hotel dari pusat kota menuju Old Trafford. Sesudah laga ini berakhir, manajer dari klub sepakbola Manchester United, Jose Mourinho juuga salahkan pihak kepolisian yang tidak melakukan pengawalan kepada bus skuat Setan Merah.
Pihak kepolisian Greater Manchester tegaskan jika mereka telah memberikan konfirmasi kepada klub jika sekarang ini mereka hanya akan bersedia memberikan pengawalan bila memang terdapat ancaman terhadap para pemain.
Selain menuntut skuad Manchester United yang sudah telat datang ke stadion, UEFA juga mendakwa skuad Setan Merah dan Valencia lantaran kedua skuad ini juga sama-sama telat meninggalkan ruang ganti pemain.
Dan tidak Cuma hal tersebut, UEFA juga mendakwa skuad Valencia berhubungan dengan pelanggaran mengenai kostum pemain. Memang para pemain cadangan Los Che menggunakan penghangat leher dengan merek yang terlihat.

Catatan Menarik Barcelona Kalahkan Tottenham Hotspur

Klub sepakbola Barcelona sekarang ini kembali mendapatkan poin penuh setelah mereka sukses mengalahkan wakil Inggris, Tottenham Hotspur, pada pertandingan lanjutan grup B Liga Champions. Skuad dari Ernesto Valverde itu sukses mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 4-2.
Bermain di Wembley Stadium, Blaugrana berhasil mendapatkan keunggulan dua gol dalam waktu 28 menit berkat gol yang dibuat oleh Philippe Coutinho dan Ivan Rakitic. Tottenham kemudian baru dapat mengejar skor dibabak kedua dari aksi yang dilakukan oleh sang penyerang, Harry Kane.
Jarak juga kembali melebar sesudah Lionel Messi membobol gawang Hugo Lloris pada menit ke-52, dan yang kemudian juga kembali dibalas oleh Erik Lamela pada menit ke-66. Messi kemudian juga menutup pertandingan sengit tersebut dengan golnya menjelang wasit meniup peluit panjang.
1. klub sepakbola Barcelona sukses mendapatkan sembilan kemenangan dari 11 pertandingan yang berhadapan dengan skuad Inggris di Liga Champions (imbang satu, kalah satu). Kemenangan ini juga adalah yang kali pertama sejak Febuari 2016 silam, pada waktu mereka sukses menundukkan Arsenal dengan skor 2-0.
2. Messi sukses ciptakan lebih banyak gol (22) dan juga assist (enam) pada saat berhadapan dengan skuad Inggris di Liga Champions daripada pada saat melawan dari negara lain.
3. Jumlah keterlibatan dari Coutinho dalam gol yang didapatkan oleh Barca di 28 menit awal laga kontra Spurs (satu gol, satu assist) sama banyak dengan waktu di Liverpool (dua gol).
4. Gol yang berhasil dibobol oleh Coutinho pada detik ke-92 adalah gol yang paling cepat untuk Barcelona di Liga Champions sejak November 2005, dimana Mark van Bommel berhasil membobol gol pada saat berhadapan dengan Panathinaikos (36 detik).

Catatan Menarik Carlo Ancelotti Sukses Antarkan Napoli Menang

Klub sepakbola Italia, Napoli sekarang ini buat para penggemar sepakbola terkejut lantaran mereka sukses menundukkan skuad Liverpool pada pertandingan lanjutan grup C Liga Champions. Klub yang diasuh oleh Carlo Ancelotti itu berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor tipis 1-0.
Pada partai yang diadakan di San Paolo, Napoli juga memperlihatkan keunggulan mereka atas skuad yang diasuh oleh Jurgen Klopp itu. Pada sepanjang laga, mereka sukses menuliskan 14 tembakan, lima di antaranya tepat pada gawang lawannya.
Tetapi gol Il Partenopei baru benar-benar tercipta sesudah sebelum wasit sukses akhiri laga. Dan yang berhasil membobol gol adalah penyerang Napoli, Lorenzo Insigne, yang juga jadi mimpi buruk The Reds.
Meskipun hanya terbobol satu gol pada laga kali ini, tetapi sederet catatan menarik juga terdapat pada laga kali ini. Apa saja? berikut diantaranya.
1. klub yang diasuh oleh Carlo Ancelotti ini berhasil menjuarai sembilan dari 13 pertandingan kandang yang mereka jalani di Liga Champions (imbang dua, kalah dua).
2. Liverpool gagal menuliskan tembakan tepat sasaran ke gawang disebuah laga Liga Champions untuk kali pertama mereka sejak Februari 2006 (0-1 v Benfica).
3. Liverpool mendapatkan kekalahan lantaran gol yang sukses dibobol pada menit ke-90, kali pertama sejak Desember 2009 pada waktu Alberto Gilardino sukses membobol gol untuk Fiorentina.
4. Penyerang dari klub sepakbola Napoli, Lorenzo Insigne, sukses membobol empat gol dari enam laga yang mereka jalani di Liga Champions – lebih banyak dari 15 laga pertama dirinya dalam kompetisi itu.
5. David Ospina berhasil menorehkan clean-sheet untuk skuad yang diasuh oleh Carlo Ancelotti di laga Liga Champions – hanya kurang satu dari 13 laga drinya bersama dengan Arsenal di ajang yang sama.