Pernyataan Pogba Seperti Menyindir Mourinho

Paul Pogba baru saja membuat konfirmasi yang secara tidak langsung melontarkan sindirannya kepada pelatih Jose Mourinho. Menurut dirinya Manchester United mestinya perform secara menyerang.
Usai dua kali meraih kemenangan secara berturut-turut di ajang pertandingan Premier League kontra Burnley dan Watford, kubu dengan julukan “Setan Merah” harus memperoleh hasil kurang bagus lagi pada akhir pekan kemarin. Mereka yang bertanding dengan hasil seri 1-1 kontra Wolves.
Di kompetisi itu, terlepas dari Man. United yang berhasil unggul dalam penguasaan bola sebanyak 65%-35%, Wolves sanggup bertanding seri dari penciptaan peluang tuan rumah. Di kompetisi tesebut, Man.United menorehkan 15 tembakan, sementara Wolves sudah sebanyak 11 kali melakukannya.
Hasil itu menyebabkan Man.United masih menghuni di posis 7 dengan perolehan 10 poin, yang berselisih sebanyak 8 poin dengan Liverpool yang menghuni di posisi puncak klasemen.
Pogba pun tak memberikan komentar. Menurutnya, Man.United mestinya dapat bertanding dengan lebih agresif khususnya pada saat mereka menjalani kompetisi di Old Trafford.
“Kami menjalani kompetisi kandang dan mestinya dapat bertanding dengan lebih bagus dibanding Wolves. Pada saat kami bertanding di kandang, kami mesti lebih bertanding dengan lebih menyerang. Ini ialah Old Trafford,” paparnya.
“Saya pikir klub-klub rival bakal takut pada saat melihat Man.United bermain lebih menyerang dan menyerang. Perolehan itu ialah sebuah kesalahan kami,” sambung dia.
Statement ini muncul usai pelatih Mourinho sebelumnya menyalahkan para pesepakbola sebab dinilai kurang maksimal di kompetisi itu.
Pogba yang dilontarkan pertanyaan mengenai apa yang menghentikan Man.United bermain dengan lebih menyerang penuh, dirinya tidak menjawab secara sebenarnya. Namun, seakan memperlihatkan Mourinho lah yang merupakan faktor utama filosofi yang dimainkan oleh Man.United.
“Saya tidak dapat bisa mengatakannya pada Anda. Sebab saya merupakan seorang pemain, maka bukan saya yang menjadi penentunya. Saya bukanlah pelatih dan tidak dapat mengatakan seperti itu. Namun, kami mestinya dapat memperlihatkan lebih banyak pilihan dalam bermain,” tuturnya.
“Namun, saya tidak dapat mengatakan itu sebab saya merupakan seorang pemain. Hal tersebut cuma cara pikir saya. Kami mestinya dapat bergerak lebih baik, bergerak lebih bebas,” ujar Pogba.
Mourinho sebelumnya sempat mengkonfirmasi jika dirinya merasa gembira dengan situasi Pogba di MU yang sudah terlepas dari keretakan hubungan yang diisukan di awal musim ini. Dengan menunjuk Pogba menyandang sebagai sang kapten menjadi buktinya. Namun, pernyataan Pogba di atas menunjukkan jika Pogba tidak sepenuhnya setuju dengan pendekatan Mourinho kepada MU.

Kehadiran Jorginho Di Ajang Premier League

Pesepakbola baru Chelsea berkebangsaan Brasil, Jorginho, dengan cepat menandai kehadirannya di ajang pertandingan Premier League. Cuma dengan waktu selama enam pekan dirinya telah berhasil menjabat sebagai sang “raja passing”.
Di kompetisi yang dilangsungkan pada hari Minggu (23/9/2018) kemarin Chelsea cuma berhasil bertanding dengan hasil seri tanpa perolehan gol kontra West Ham United. Selain menjadi tertinggal sebanyak dua poin dari Liverpool yang menghuni di posisi puncak klasemen sementara, dengan berhasil meraih catatan lima kemenangan secara berturut-turut “Si Biru” pun akhirnya terhenti.
Yang terhindar dari hasil kurang memuaskan tersebutlah , terdapat satu hal positif yang telah diperbuat oleh Jorginho. Gelandang yang jadi pemain metronome utama Chelsea ini yang berhasil menggagalkan 180 umpan pada kompetis itu, dengan perolehan persentase berhasil mencapai 90% yang disanyilirkan dari sebuah media statistik Whoscored.
Hal tersebut ialah sebuah jumlah passing paling banyak untuk memperleh pemain dalam satu kompetisi ajang Premier League. Semenjak Opta mulai menghitung jumlah data passing pda setiap pemain di musim pada 2003-2004, rekor Jorginho itu sukses memenangkan catatan yang sebelumnya itu berada di pegangan Ilkay Guendogan dengan peorlehan sebanyak 174 umpan, pada saat Manchester City menjalani kompetisi rival yakni Chelsea pada Maret lalu.
Jorginho yang Datang dan Langsung menjadi sang Raja Passing di ajah Premier LeagueFoto.
Jorginho sendiri yang sempat menorehkan catatan fenomenal sebelum akhirnya perolehan rekor ini, yaitu ketika berhasil melakukan 173 passing tatkala skuadnya kekalahan Newcastle United dengan skor 2-1 pada awal musim ini.
Jorginho cuma menghuni di peranan yang sangat sentral di ajang Chelsea dengan sang manajer, Maurizio Sarri. Dirinya yang menjadi gelandang terdalam yang berperan menghuni di posisi playmaker, sehingga nyaris semua aliran bola ke depan berawal sejak kakinya.
Tak kaget kalau eks pemain Napoli ini berhasil menorekan rataan 114,8 passing per kompetisi di ajang Premier League dengan perolehan sebanyak 91,1%.

Juventus Tampil Bagus Di Serie A

Juventus yang tampak sangat superior sampai penghujung musim ini di Serie A. namun, kalah lebih dalam, hal ini bukanlah cuma disebabkan dari kemampuan para pemain mereka semata.
Bianconeri yang baru saja berhasil menyingkiekan Frosinone dengan perolehan skor 2-0 pada akhir minggu kemarin. Hasil itu berhaisl membuat Juventus sementara menghuni di puncak klasemen usai berhasil menyapu bersih lima kompetisi pertama.
Sejumlah pandit itu, kehadiran Cristiano Ronaldo membuat Juventus memiliki tim paling kuat. Giorgio Chiellini pun beranggapan jika skuadnya sekarang ini ialah paling superior pada delapan tahun terakhir – walau bukan yang “terbaik sepanjang masa”.
“Saya merasa amat bangga dapatt bertanding dengan Lilian Thuram dan Fabio Cannavaro. Saya juga menyaksikan Juventus ketika mempunyai Ciro Ferrara dan Paolo Montero pada lini belakang. Bahkan adanya Claudio Gentile dan Gaetano Scirea di masa sebelumnya. Dunia Sepakbola berevolusi, Anda tidak dapat membuat perbandingannya dengan masa lalu,” paparnya.
“Apa yang dapat saya ucapkan ialah kami mungkin memilki tim terkuat pada delapan tahun terakhir,” lanjut dia. Walau demikian, di musim ini kehebatan dari Juventus tidak sekedar disebabkan kualitas yang mereka mempunyai. Namun, para rivalnya di Serie A juga bermain jauh dari kata memuaskan.
Sebanyak dua klub kota asal Milan, yakni Inter Milan dan AC Milan yang diperkirakan bakal bersaing menarik justru perform dengan secara angin-anginan. Inter telah sebanyak dua kali kalah dari lima kompetisi dan berada di merupakan tempat kesembilan, sementara Milan baru satu kali meraih kemenangan dan masih belum masuk ke posisi 10 besar.
Napoli ialah sebuah tim unggulan yang mempunyai kondisi yang paling dekat dengan Juventus dan duduk di peringkat dua. Yang tidak di hitung dari empat kemenangan yang diperoleh, Partenopei telah satu kali kalah pada saat melawan Sampdoria.
Paling parah ialah AS Roma. Tim didikan dari Eusebio Di Francesco ini ditinggal pergi banyak pesepakbolanya, memboyong 13 pemain baru, akan tetapi performanya jeblok.
Walau mempunyai pemain Steven Nzonzi, Javier Pastore, sampai dengan pemain wonderkid semacam Justin Kluivert, Giallorossi menjadi tim besar dengan menghuni di posisi ke-14. Mereka telah sebanyak dua kali kalah dan para pemain anyar masih belum sanggup untuk memperlihatkan penampilan terbaiknya.
Sejumlah kebenarannya ini berhasil membuat langkah Juventus pada ajang liga menjadi lebih mudah. Kesempatan untuk bisa mendpata peringkat kedelapan secara berutur-turut sudah mulai dapat dibayangkan para suporter dari saat ini.

Insiden Kartu Merah Clement Lenglet di Barcelona vs Girona

Barcelona yang ditinggal keluar oleh Clement Lenglet ketika menjalani pertandingan imbang melawan Girona sebab dikenakan sanksi kartu merah. Keputusan dari wasit yang memberikan sanksi kartu merah kepada Lenglet menjadi pertanyaan dari Barca.
Laju sempurna Barca di ajang pertandingan Liga Spanyol terhenti setelah cuma bisa memperoleh hasil imbang ketika melawan Girona di markas mereka sendiri pada pekan kelima Liga Spanyol. Menjalani kompetisi di Camp Nou, pada hari Senin (24/9/2018) dini hari WIB, Blaugrana bertanding dengan hasil seri 2-2.
Barca mesti mengakhiri kompetisi itu dengan pemainnya hanya berjumlah 10 pemain saja. Lenglet yang meninggalkan lapangan usai dirinya diberikan sanksi kartu merah oleh wasit pada pertandingan masuk pada menit ke-35.
Peristiwa ini terjadi pada saat Lenglet dengan pemain Girona, Pere Pons, bertabrakan ketika tengah merebut bola. Usai meninjau VAR, wasit setelah itu memberi sanksi kartu merah terhadap Lenglet. Bek Barca tersebut dianggap sudah menyikut Pons.
Keputusan itu menjadi pertanyaan oleh sang manajer Barca, Ernesto Valverde. Dirinya beranggapan jika Pons lah yang sudah melanggar pemainnya Lenglet.
“Sanksi kartu merahnya itu mempengaruhi pertandingan kami dan kami sudah kurang berturut-turut kebobolan pada akhir babak pertama. Namun, kartu merah sudah merubah banyak hal, kami tidak dapat bangkit kembali dan memenangi pertandingan,” papar Valverde.
“Saya yang masih belum menonton tayang ulang di televisi. Mereka yang bertabrakan, pastinya, dan kelihatannya siku Lenglet menyentuh wajahnya.”
“Namun, ini tentunya kali pertamanya di mana pemain yang ditabrak meminta maaf semacam yang Pons lakukan terhadap Lenglet.”
“Saya rasa keadilan ditegakkan melalui VAR namun saya rasa hal tersebut bukan kartu merah. Mungkin terdapat tabrakan. Walau demikian, saya pikir hal tersebut sama sekali bukanlah sebuah tindakan agresif. Ini ialah sebuah sanksi oleh Pons,” katanya.

Chelsea Ingin Menyatarakan Level Dengan Liverpool

Laju sempurna yang ditorehkan oleh Chelsea dikentikan oleh West Ham United ketika Chelsea mengalami kekalahan di pertandingan markas rival. Sekarang tengah ditunggu oleh Liverpool, The Blues mengaku masih tertinggal dari sang tim lawan.
Chelsea mesti berpuas hati dengan memperoleh hasil imbang tanpa gol ketika menjalani kompetisi tandang ke London Stadium, pada hari Minggu (23/9/2018) malam WIB. Walau perform secara dominan dengan enam sepakan tepat sasaran dan berbanding satu, Chelsea tidak sanggup untuk memaksimalkan kesempatannya.
Dengan perolehan hasil seri ini, laju sempurna dari para pemain London barat pun akhirnya dihentikan. Sekarang ini Liverpool menjadi satu-satunya tim yang masih sempurna usai selama enam pekan dan menghuni di posisi puncak klasemen.
Liverpool juga yang selanjutnya akan menjadi rim rival Chelsea. Eden Hazard dengan rekan setim lainnya dua kali berhadapan dengan Liverpool itu, dengan bermula dari ajang Piala Liga Inggris (27/9) lalu seterusnya ke Premier League (29/9),
Menjelang pertandingan melawan Liverpool, Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengatakan skuadnya memerlukan waktu untuk menyetarakan level tim didikan dari pelatih Juergen Klopp itu.
“Liverpool yang masih berada satu langkah di depan kami pada sekarang ini. Kami di sini memulai untuk bermain kompak semenjak dari 35, 40 hari lalu,” papar Sarri.
“Maka untuk kami saya rasa sedikit terlalu cepat untuk bisa menggapai level Liverpool. Kami butuh untuk kembali memperbaharui dan mungkin dalam waktu satu tahun, kami bakal menempati level yang serupa dengan Liverpool,” imbuhnya.

Target Mkhitaryan Bersama Arsenal Di Liga Europa

Henrikh Mkhitaryan tidak ingin Arsenal yang cuma numpang lewat saja di ajang Liga Europa. Dengan dibesut oleh pelatih Unai Emery yang sudah memiliki banyak pengalaman di ajang Liga Europa, Mkhitaryan sangat bekeinginan agar dapat menjadi sang juara.
Pada dua musim berturut-turut, Arsenal menjalani pertandingan di ajang Liga Europa. Pada musim kemarin, The Gunners finis di babak semifinal usai mengalami kekalahan ketika kontra Atletico Madrid.
Pada Liga Europa 2018/2019, Arsenal masuk dalam list Grup E dengan bersama kubu Sporting CP, Vorskla Poltava, serta Qarabag. Mesut Oezil dengan rekan setimnya telah mengawali langkahnya dengan berhasil mengalahkan Vorskla Poltava pada kompetisi matchday 1 dengan perolehan skor 4-2, di kompetisi yang dilangsungkan di Jumat (21/9/2018) dini hari WIB.
Mkhitaryan, yang telah memiliki satu gelar juara ajang Liga Europa ketika dirinya masih menjadi pemain Manchester United, kini dirinya ingin memperoleh hasil maksimal dengan Arsenal. Lebihnya lagi Arsenal yang saat ini dibesut oleh pelatih Emery yang memiliki tiga titel Liga Europa.
Emery yang dulunya pernah meraih kesuksesan besar dengan Sevilla di ajang Liga Europa. Klub Spanyol tersebut dirinya berhasil mengantarkan kubunya meraih kejuaraan sebanyak tiga kali secara beruntun di musim 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016.
“Emery telah berhasil memenangi ajang pertandingan ini sebanyak tiga kali dan hal tersebut sangatlah penting untuk kami, untuk Arsenal, sebab kami bermain di ajang pertandingan ini guna dalam meraih kejuaraan. Kami tidak mau hanya sebagai partisipasian,” papar Mkhitaryan.
“Ini merupakan hal yang sangat penting sebab kalau Anda meraih juara, Anda dapat memperoleh tiket ke ajang Liga Champions, maka kami mencoba untuk menjuarai di tiap kompetisi dan kita lihat saja kami dapat melaju sampai mana.”

Paul Pogba Akan Dibeli Juventus Dengan Paulo Dybala

Klub sepakbola Juventus kelihatannya memang serius dengan kesepakatannya untuk membeli kembali Paul Pogba. Mereka diberitakan sudah siap untuk memberikan penawaran dan dana yang besar untuk Paulo Dybala agar skuad Manchester United rela untuk menjualnya.
Dan memang telah banyak berita yang mengatakan jika terdapat sederet isu yang mengatakan jika Pogba tak merasa senang berada di Manchester United. Sang gelandang sudah tak kerasan di Old Trafford dan dia memang sudah mempunyai niat untuk hengkang skuad itu.
Dan dengan laporan yang keluar itu juga telah membuat isu berhubungan dengan masa depan dari Paul Pogba. Salah satunya yakni skuad Juventus yang akan membeli kembali sang pemain. Juventus memang terlihat sangat serius dengan proses transfer dari Paul Pogba. Mereka diberitakan telah siapkan penawaran yang fantastis supaya Pogba dapat kembali ke Turin.
Juventus sekarang ini memang sedang melakukan investasi besar dengan skuadnya ini. Si Nyonya tua sedang membangun tim yang bisa merajai dunia sepakbola Eropa untuk tahun-tahun yang akan datang.
Dan dimusim panas ini mereka juga telah memboyong Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Pemain yang mempunyai julukan sebagai pemain terbaik dunia sekarang ini juga dibeli dengan harga transfer yang menjulang yakni 100 juta pounds.
Walau demikian manajemen Juventus masih tetap membidik para pemain papan atas untuk dibawa pulang ke skuad mereka. Oleh karenanya mereka juga mengira jika dengan datangnya Pogba akan membuat lini tengah mereka menjadi tidak terkalahkan.
Dan saat ini juga terdapat isu jika skuad Juventus sedang cari cara yang ampuh untuk membeli Paul Pogba dari United yang diberitakan akan menghabiskan dana yang hingga 150 juta pounds. Oleh karenanya mereka diberitakan akan menjual Dybala pada kesepaktan transfer itu.

Pernyataan Mauricio Pochettino Tentang Liga Champions Kali Ini

Tentang pertanyaan yang dilontarkan kepada Mauricio Pochettino mengenai seberapa optimisnya dirinya dengan Tottenham Hotspur di ajang kompetisi Liga Champions kali ini. Pelatih Tottenham tersebut memberikan jawaban dengan analogi sapi.
Pochettino yang berhasil mengantarkan Tottenham berlaga di Liga Champions pad dua musim terakhir. Setelah mereka tersingkir pada fase grup di musim 2016/2017, The Lilywhites yang berhasil melaju hingga babak 16 besar musim kemarin.
Pada musim kemarin Tottenham justru memberikan persaingan yang oke ke Juventus yang ialah finalis pada tahun sebelumnya. Langkah Tottenham terhenti sebab mengalami kekalahan dengan agregat 3-4, usai mereka bertanding imbang kontra Juventus yang lebih berpengalaman ketika bertanding di Turin.
Pochettino pun dilontarkan pertanyaan tentang apakah pengalaman-pengalaman selama dua musim terakhir ini bisa membuatnya merasa lebih optimis dengan melihat kompetisi pada tahun ini. Pria berkebangsaan Argentina tersebut menjawab jika hanya memiliki pengalaman saja tidak akan cukup, mesti dilengkapi dengan analogi sapi serta kereta.
“Pengalaman hanyalah pengalaman, namun Anda butuh memadukannya juga, dengan ditambah haus kemenangan, motivasi, serta dapat bertanding dengan cerdas. Jika Anda tidak pintar dalam memainkan strategi, itu tidak akan membantu Anda untuk bisa melaju terus ke depannya,” paparnya.
“Sebagaimana sama halnya dengan sapi yang di tiap harinya selama 10 tahun melihat kereta yang melintas pada waktu yang selalu sama. Jika Anda menanyakan kepada sapinya jam berapa kereta akan melintas, dirinya tidak akan memiliki jawaban yang benar.”
“Sepakbola juga sama halnya semacam itu, perlu adanya motivasi, kondisi, dan masih terdapat banyak hal di dunia sepakbola itu yang sangat penting untuk diketahui. Jika Anda berjuang dengan cara yang benar, terdapat banyak hal yang dapat menjaga Anda dengan cara yang serupa dengan pengalaman,” ujarnya.
Tottenham yang tergabung pada Grup B Liga Champions di musim ini, satu grup dengan Barcelona, PSV Eindhoven, serta Inter Milan. Harry Kane dengan rekan setim lainnya bakal mengawali masa perjalanan musim ini dengan melawan Inter Milan di kompetisi yang dilangsungkan di Giuseppe Meazza, pada hari Selasa (18/9/2018) malam WIB nanti.

Pasangan Ronaldo Mencuri Perhatian Dengan Balutan Dress Bercorak Macan Tutul

Jeda internasional minggu kemarin dimanfaatkan oleh pemain Cristinao Ronaldo untuk pergi berlibur. Sang pemain bintang Juventus ini pun tidak lupa untuk mengajak pasangannya, yakni Georgina Rodriguez dan serta sang anak, Cristiano Junior.
Sebagaimana yang telah dilaporkan, Ronaldo bersama dengan keluarganya pergi berlibur ke pantai di selatan Prancis. Dari foto-foto yang dipublikasikan, ketiganya terlihat sangat menikmati liburan itu.
Dari ketiga anggota keluarga kecil itu, Georgina yang berhasil mencuri perhatian dengan mengenakan dress yang bercorak macan tutul. Dirinya kelihatan tengah bersantai di sebuah sofa yang ada di atas kapal pesiar.
Pada foto yang diunggahnya itu, Georgina terlihat sedang berlibur bersama keluar di Saint Tropez. “Dulce Suenos dengan arti mimpi indah, red” tulis Georgina.
Selain foto itu, juga terlihat foto kemesraan antara Georgina bersama Ronaldo. Dengan mengenakan bikini, Georgina yang tampak tertidur di pundak Ronaldo, dengan menikmati sinar matahari di atas kapal pesiar.
Ronaldo sendiri sampai saat ini masih belum berhasil menjebolkan satu bolapun semenjak dirinya berlabuh ke Juventus di awal musim ini. Dengan menikmati liburan ini pun terlihat akan menjadi caranya melepas stress dari tekanan yang tengah dialaminya ini.
Ronaldo bakal kembali memperkuat Juventus di hari Minggu (16/9/2018) pada kompetisi berhadapan dengan Sassuolo. Bianconeri (yang merupakan julukan dari Juventus) di atas kertas diperkirakan akan meraih kemenangan di kompetisi tersebut.
Kompetisi ini pun menjadi peluang emas untuk Ronaldo untuk dapat mencetak gol.

Paul Pogba Tidak Akan Hengkang Ke Juventus Lagi

Klub sepakbola Juventus sekarang ini diberitakan akan tunda rencana mereka untuk memboyong Paul Pogba pada bulan Januari yang akan datang. Sang pemain sekarang ini sedang diberitakan akan coba dikembalikan ke Turin dimusim panas tahun depan.
Pogba juga memang sangat sering diisukan akan hengkang dari Manchester United dimusim panas ini. Sang pemain diberitakan mempunyai hubungan yang tidak bagus dengan manajer Jose Mourinho oleh karenanya dirinya merasa tak betah berada di Old Trafford.
Salah satu skuad yang diisukan akan jadi pelabuhan dari Pogba selanjutnya yakni klub sepakbola Juventus. Juara Serie A tersebut diberitaan mempunyai keinginan untuk memboyong sang gelandang dibulan Januari yang lalu.
Juventus putuskan untuk tidak membeli Paul Pogba pada bulan Januari yang akan datang. Mereka diisukan akan kembali memburu Pogba pada musim 2019 yang akan datang. Dan alasan utama kenapa Juve sekarang ini tidak memilih untuk memburu Pogba lantaran terdapat kesepakatan damai dari sang pemain dan Jose Mourinho.
Sebelum jeda internasional yang lalu, kedua belah pihak juga sempat bertemu dan berbicara langsung. Mereka akhirnya pilih untuk melakukan kesepakatan damai agar mereka dapat jaga kondusifitas dalam skuad mereka.
Salah satu akibat yang ditimbulkan dari kesepakatan damai tersebut yakni Paul Pogba sudah tak akan memilih untuk hengkang dari skuadnya pada bulan Januari mendatang, dimana semua isu yang berhubungan dengan masa depannya baru dia jawab pada musim panas tahun depan.
Alasan selanjutnya kenapa Juventus memilih untuk tidak membeli Pogba sekarang lantaran mereka masih mempunyai harapan agar dana transfer dari sang pemain bisa lebih rendah pada musim yang akan datang.