Manchester United Didakwa UEFA

Klub sepakbola Manchester United sekarang ini dituntut oleh badan sepakbola Eropa UEFA lantaran mereka yang sudah datang terlambat ke Old Trafford pada pertandingan matchday kedua penyisihan grup Liga Champions pada saat berhadapan dengan skuad Valencia.
Pada laga tersabut skuad United dan Valencia memang sama-sama gagal membobol gol dalam waktu 90 menit penuh. Dan kedua skuad ini juga harus puas berbagi angka.
Untuk skuad United, hasil itu memang sudah pasti jauh dari kata baik. Lantaran mereka yang pada waktu itu bermain di kandang. Dan juga skuad Setan Merah yang sekarang ini juga tercatat selalu gagal untuk mendapatkan kemenangan diempat pertandingan terakhir dalam semua kompetisi.
Duel ini memang kemudian ditunda dalam waktu lima menit lantaran bus dari skuad United terjebak macet pada perjalanan dari Lowry Hotel dari pusat kota menuju Old Trafford. Sesudah laga ini berakhir, manajer dari klub sepakbola Manchester United, Jose Mourinho juuga salahkan pihak kepolisian yang tidak melakukan pengawalan kepada bus skuat Setan Merah.
Pihak kepolisian Greater Manchester tegaskan jika mereka telah memberikan konfirmasi kepada klub jika sekarang ini mereka hanya akan bersedia memberikan pengawalan bila memang terdapat ancaman terhadap para pemain.
Selain menuntut skuad Manchester United yang sudah telat datang ke stadion, UEFA juga mendakwa skuad Setan Merah dan Valencia lantaran kedua skuad ini juga sama-sama telat meninggalkan ruang ganti pemain.
Dan tidak Cuma hal tersebut, UEFA juga mendakwa skuad Valencia berhubungan dengan pelanggaran mengenai kostum pemain. Memang para pemain cadangan Los Che menggunakan penghangat leher dengan merek yang terlihat.

Catatan Menarik Barcelona Kalahkan Tottenham Hotspur

Klub sepakbola Barcelona sekarang ini kembali mendapatkan poin penuh setelah mereka sukses mengalahkan wakil Inggris, Tottenham Hotspur, pada pertandingan lanjutan grup B Liga Champions. Skuad dari Ernesto Valverde itu sukses mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 4-2.
Bermain di Wembley Stadium, Blaugrana berhasil mendapatkan keunggulan dua gol dalam waktu 28 menit berkat gol yang dibuat oleh Philippe Coutinho dan Ivan Rakitic. Tottenham kemudian baru dapat mengejar skor dibabak kedua dari aksi yang dilakukan oleh sang penyerang, Harry Kane.
Jarak juga kembali melebar sesudah Lionel Messi membobol gawang Hugo Lloris pada menit ke-52, dan yang kemudian juga kembali dibalas oleh Erik Lamela pada menit ke-66. Messi kemudian juga menutup pertandingan sengit tersebut dengan golnya menjelang wasit meniup peluit panjang.
1. klub sepakbola Barcelona sukses mendapatkan sembilan kemenangan dari 11 pertandingan yang berhadapan dengan skuad Inggris di Liga Champions (imbang satu, kalah satu). Kemenangan ini juga adalah yang kali pertama sejak Febuari 2016 silam, pada waktu mereka sukses menundukkan Arsenal dengan skor 2-0.
2. Messi sukses ciptakan lebih banyak gol (22) dan juga assist (enam) pada saat berhadapan dengan skuad Inggris di Liga Champions daripada pada saat melawan dari negara lain.
3. Jumlah keterlibatan dari Coutinho dalam gol yang didapatkan oleh Barca di 28 menit awal laga kontra Spurs (satu gol, satu assist) sama banyak dengan waktu di Liverpool (dua gol).
4. Gol yang berhasil dibobol oleh Coutinho pada detik ke-92 adalah gol yang paling cepat untuk Barcelona di Liga Champions sejak November 2005, dimana Mark van Bommel berhasil membobol gol pada saat berhadapan dengan Panathinaikos (36 detik).

Catatan Menarik Carlo Ancelotti Sukses Antarkan Napoli Menang

Klub sepakbola Italia, Napoli sekarang ini buat para penggemar sepakbola terkejut lantaran mereka sukses menundukkan skuad Liverpool pada pertandingan lanjutan grup C Liga Champions. Klub yang diasuh oleh Carlo Ancelotti itu berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor tipis 1-0.
Pada partai yang diadakan di San Paolo, Napoli juga memperlihatkan keunggulan mereka atas skuad yang diasuh oleh Jurgen Klopp itu. Pada sepanjang laga, mereka sukses menuliskan 14 tembakan, lima di antaranya tepat pada gawang lawannya.
Tetapi gol Il Partenopei baru benar-benar tercipta sesudah sebelum wasit sukses akhiri laga. Dan yang berhasil membobol gol adalah penyerang Napoli, Lorenzo Insigne, yang juga jadi mimpi buruk The Reds.
Meskipun hanya terbobol satu gol pada laga kali ini, tetapi sederet catatan menarik juga terdapat pada laga kali ini. Apa saja? berikut diantaranya.
1. klub yang diasuh oleh Carlo Ancelotti ini berhasil menjuarai sembilan dari 13 pertandingan kandang yang mereka jalani di Liga Champions (imbang dua, kalah dua).
2. Liverpool gagal menuliskan tembakan tepat sasaran ke gawang disebuah laga Liga Champions untuk kali pertama mereka sejak Februari 2006 (0-1 v Benfica).
3. Liverpool mendapatkan kekalahan lantaran gol yang sukses dibobol pada menit ke-90, kali pertama sejak Desember 2009 pada waktu Alberto Gilardino sukses membobol gol untuk Fiorentina.
4. Penyerang dari klub sepakbola Napoli, Lorenzo Insigne, sukses membobol empat gol dari enam laga yang mereka jalani di Liga Champions – lebih banyak dari 15 laga pertama dirinya dalam kompetisi itu.
5. David Ospina berhasil menorehkan clean-sheet untuk skuad yang diasuh oleh Carlo Ancelotti di laga Liga Champions – hanya kurang satu dari 13 laga drinya bersama dengan Arsenal di ajang yang sama.

Pernyataan Pogba Seperti Menyindir Mourinho

Paul Pogba baru saja membuat konfirmasi yang secara tidak langsung melontarkan sindirannya kepada pelatih Jose Mourinho. Menurut dirinya Manchester United mestinya perform secara menyerang.
Usai dua kali meraih kemenangan secara berturut-turut di ajang pertandingan Premier League kontra Burnley dan Watford, kubu dengan julukan “Setan Merah” harus memperoleh hasil kurang bagus lagi pada akhir pekan kemarin. Mereka yang bertanding dengan hasil seri 1-1 kontra Wolves.
Di kompetisi itu, terlepas dari Man. United yang berhasil unggul dalam penguasaan bola sebanyak 65%-35%, Wolves sanggup bertanding seri dari penciptaan peluang tuan rumah. Di kompetisi tesebut, Man.United menorehkan 15 tembakan, sementara Wolves sudah sebanyak 11 kali melakukannya.
Hasil itu menyebabkan Man.United masih menghuni di posis 7 dengan perolehan 10 poin, yang berselisih sebanyak 8 poin dengan Liverpool yang menghuni di posisi puncak klasemen.
Pogba pun tak memberikan komentar. Menurutnya, Man.United mestinya dapat bertanding dengan lebih agresif khususnya pada saat mereka menjalani kompetisi di Old Trafford.
“Kami menjalani kompetisi kandang dan mestinya dapat bertanding dengan lebih bagus dibanding Wolves. Pada saat kami bertanding di kandang, kami mesti lebih bertanding dengan lebih menyerang. Ini ialah Old Trafford,” paparnya.
“Saya pikir klub-klub rival bakal takut pada saat melihat Man.United bermain lebih menyerang dan menyerang. Perolehan itu ialah sebuah kesalahan kami,” sambung dia.
Statement ini muncul usai pelatih Mourinho sebelumnya menyalahkan para pesepakbola sebab dinilai kurang maksimal di kompetisi itu.
Pogba yang dilontarkan pertanyaan mengenai apa yang menghentikan Man.United bermain dengan lebih menyerang penuh, dirinya tidak menjawab secara sebenarnya. Namun, seakan memperlihatkan Mourinho lah yang merupakan faktor utama filosofi yang dimainkan oleh Man.United.
“Saya tidak dapat bisa mengatakannya pada Anda. Sebab saya merupakan seorang pemain, maka bukan saya yang menjadi penentunya. Saya bukanlah pelatih dan tidak dapat mengatakan seperti itu. Namun, kami mestinya dapat memperlihatkan lebih banyak pilihan dalam bermain,” tuturnya.
“Namun, saya tidak dapat mengatakan itu sebab saya merupakan seorang pemain. Hal tersebut cuma cara pikir saya. Kami mestinya dapat bergerak lebih baik, bergerak lebih bebas,” ujar Pogba.
Mourinho sebelumnya sempat mengkonfirmasi jika dirinya merasa gembira dengan situasi Pogba di MU yang sudah terlepas dari keretakan hubungan yang diisukan di awal musim ini. Dengan menunjuk Pogba menyandang sebagai sang kapten menjadi buktinya. Namun, pernyataan Pogba di atas menunjukkan jika Pogba tidak sepenuhnya setuju dengan pendekatan Mourinho kepada MU.

Kehadiran Jorginho Di Ajang Premier League

Pesepakbola baru Chelsea berkebangsaan Brasil, Jorginho, dengan cepat menandai kehadirannya di ajang pertandingan Premier League. Cuma dengan waktu selama enam pekan dirinya telah berhasil menjabat sebagai sang “raja passing”.
Di kompetisi yang dilangsungkan pada hari Minggu (23/9/2018) kemarin Chelsea cuma berhasil bertanding dengan hasil seri tanpa perolehan gol kontra West Ham United. Selain menjadi tertinggal sebanyak dua poin dari Liverpool yang menghuni di posisi puncak klasemen sementara, dengan berhasil meraih catatan lima kemenangan secara berturut-turut “Si Biru” pun akhirnya terhenti.
Yang terhindar dari hasil kurang memuaskan tersebutlah , terdapat satu hal positif yang telah diperbuat oleh Jorginho. Gelandang yang jadi pemain metronome utama Chelsea ini yang berhasil menggagalkan 180 umpan pada kompetis itu, dengan perolehan persentase berhasil mencapai 90% yang disanyilirkan dari sebuah media statistik Whoscored.
Hal tersebut ialah sebuah jumlah passing paling banyak untuk memperleh pemain dalam satu kompetisi ajang Premier League. Semenjak Opta mulai menghitung jumlah data passing pda setiap pemain di musim pada 2003-2004, rekor Jorginho itu sukses memenangkan catatan yang sebelumnya itu berada di pegangan Ilkay Guendogan dengan peorlehan sebanyak 174 umpan, pada saat Manchester City menjalani kompetisi rival yakni Chelsea pada Maret lalu.
Jorginho yang Datang dan Langsung menjadi sang Raja Passing di ajah Premier LeagueFoto.
Jorginho sendiri yang sempat menorehkan catatan fenomenal sebelum akhirnya perolehan rekor ini, yaitu ketika berhasil melakukan 173 passing tatkala skuadnya kekalahan Newcastle United dengan skor 2-1 pada awal musim ini.
Jorginho cuma menghuni di peranan yang sangat sentral di ajang Chelsea dengan sang manajer, Maurizio Sarri. Dirinya yang menjadi gelandang terdalam yang berperan menghuni di posisi playmaker, sehingga nyaris semua aliran bola ke depan berawal sejak kakinya.
Tak kaget kalau eks pemain Napoli ini berhasil menorekan rataan 114,8 passing per kompetisi di ajang Premier League dengan perolehan sebanyak 91,1%.

Juventus Tampil Bagus Di Serie A

Juventus yang tampak sangat superior sampai penghujung musim ini di Serie A. namun, kalah lebih dalam, hal ini bukanlah cuma disebabkan dari kemampuan para pemain mereka semata.
Bianconeri yang baru saja berhasil menyingkiekan Frosinone dengan perolehan skor 2-0 pada akhir minggu kemarin. Hasil itu berhaisl membuat Juventus sementara menghuni di puncak klasemen usai berhasil menyapu bersih lima kompetisi pertama.
Sejumlah pandit itu, kehadiran Cristiano Ronaldo membuat Juventus memiliki tim paling kuat. Giorgio Chiellini pun beranggapan jika skuadnya sekarang ini ialah paling superior pada delapan tahun terakhir – walau bukan yang “terbaik sepanjang masa”.
“Saya merasa amat bangga dapatt bertanding dengan Lilian Thuram dan Fabio Cannavaro. Saya juga menyaksikan Juventus ketika mempunyai Ciro Ferrara dan Paolo Montero pada lini belakang. Bahkan adanya Claudio Gentile dan Gaetano Scirea di masa sebelumnya. Dunia Sepakbola berevolusi, Anda tidak dapat membuat perbandingannya dengan masa lalu,” paparnya.
“Apa yang dapat saya ucapkan ialah kami mungkin memilki tim terkuat pada delapan tahun terakhir,” lanjut dia. Walau demikian, di musim ini kehebatan dari Juventus tidak sekedar disebabkan kualitas yang mereka mempunyai. Namun, para rivalnya di Serie A juga bermain jauh dari kata memuaskan.
Sebanyak dua klub kota asal Milan, yakni Inter Milan dan AC Milan yang diperkirakan bakal bersaing menarik justru perform dengan secara angin-anginan. Inter telah sebanyak dua kali kalah dari lima kompetisi dan berada di merupakan tempat kesembilan, sementara Milan baru satu kali meraih kemenangan dan masih belum masuk ke posisi 10 besar.
Napoli ialah sebuah tim unggulan yang mempunyai kondisi yang paling dekat dengan Juventus dan duduk di peringkat dua. Yang tidak di hitung dari empat kemenangan yang diperoleh, Partenopei telah satu kali kalah pada saat melawan Sampdoria.
Paling parah ialah AS Roma. Tim didikan dari Eusebio Di Francesco ini ditinggal pergi banyak pesepakbolanya, memboyong 13 pemain baru, akan tetapi performanya jeblok.
Walau mempunyai pemain Steven Nzonzi, Javier Pastore, sampai dengan pemain wonderkid semacam Justin Kluivert, Giallorossi menjadi tim besar dengan menghuni di posisi ke-14. Mereka telah sebanyak dua kali kalah dan para pemain anyar masih belum sanggup untuk memperlihatkan penampilan terbaiknya.
Sejumlah kebenarannya ini berhasil membuat langkah Juventus pada ajang liga menjadi lebih mudah. Kesempatan untuk bisa mendpata peringkat kedelapan secara berutur-turut sudah mulai dapat dibayangkan para suporter dari saat ini.

Insiden Kartu Merah Clement Lenglet di Barcelona vs Girona

Barcelona yang ditinggal keluar oleh Clement Lenglet ketika menjalani pertandingan imbang melawan Girona sebab dikenakan sanksi kartu merah. Keputusan dari wasit yang memberikan sanksi kartu merah kepada Lenglet menjadi pertanyaan dari Barca.
Laju sempurna Barca di ajang pertandingan Liga Spanyol terhenti setelah cuma bisa memperoleh hasil imbang ketika melawan Girona di markas mereka sendiri pada pekan kelima Liga Spanyol. Menjalani kompetisi di Camp Nou, pada hari Senin (24/9/2018) dini hari WIB, Blaugrana bertanding dengan hasil seri 2-2.
Barca mesti mengakhiri kompetisi itu dengan pemainnya hanya berjumlah 10 pemain saja. Lenglet yang meninggalkan lapangan usai dirinya diberikan sanksi kartu merah oleh wasit pada pertandingan masuk pada menit ke-35.
Peristiwa ini terjadi pada saat Lenglet dengan pemain Girona, Pere Pons, bertabrakan ketika tengah merebut bola. Usai meninjau VAR, wasit setelah itu memberi sanksi kartu merah terhadap Lenglet. Bek Barca tersebut dianggap sudah menyikut Pons.
Keputusan itu menjadi pertanyaan oleh sang manajer Barca, Ernesto Valverde. Dirinya beranggapan jika Pons lah yang sudah melanggar pemainnya Lenglet.
“Sanksi kartu merahnya itu mempengaruhi pertandingan kami dan kami sudah kurang berturut-turut kebobolan pada akhir babak pertama. Namun, kartu merah sudah merubah banyak hal, kami tidak dapat bangkit kembali dan memenangi pertandingan,” papar Valverde.
“Saya yang masih belum menonton tayang ulang di televisi. Mereka yang bertabrakan, pastinya, dan kelihatannya siku Lenglet menyentuh wajahnya.”
“Namun, ini tentunya kali pertamanya di mana pemain yang ditabrak meminta maaf semacam yang Pons lakukan terhadap Lenglet.”
“Saya rasa keadilan ditegakkan melalui VAR namun saya rasa hal tersebut bukan kartu merah. Mungkin terdapat tabrakan. Walau demikian, saya pikir hal tersebut sama sekali bukanlah sebuah tindakan agresif. Ini ialah sebuah sanksi oleh Pons,” katanya.

Chelsea Ingin Menyatarakan Level Dengan Liverpool

Laju sempurna yang ditorehkan oleh Chelsea dikentikan oleh West Ham United ketika Chelsea mengalami kekalahan di pertandingan markas rival. Sekarang tengah ditunggu oleh Liverpool, The Blues mengaku masih tertinggal dari sang tim lawan.
Chelsea mesti berpuas hati dengan memperoleh hasil imbang tanpa gol ketika menjalani kompetisi tandang ke London Stadium, pada hari Minggu (23/9/2018) malam WIB. Walau perform secara dominan dengan enam sepakan tepat sasaran dan berbanding satu, Chelsea tidak sanggup untuk memaksimalkan kesempatannya.
Dengan perolehan hasil seri ini, laju sempurna dari para pemain London barat pun akhirnya dihentikan. Sekarang ini Liverpool menjadi satu-satunya tim yang masih sempurna usai selama enam pekan dan menghuni di posisi puncak klasemen.
Liverpool juga yang selanjutnya akan menjadi rim rival Chelsea. Eden Hazard dengan rekan setim lainnya dua kali berhadapan dengan Liverpool itu, dengan bermula dari ajang Piala Liga Inggris (27/9) lalu seterusnya ke Premier League (29/9),
Menjelang pertandingan melawan Liverpool, Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengatakan skuadnya memerlukan waktu untuk menyetarakan level tim didikan dari pelatih Juergen Klopp itu.
“Liverpool yang masih berada satu langkah di depan kami pada sekarang ini. Kami di sini memulai untuk bermain kompak semenjak dari 35, 40 hari lalu,” papar Sarri.
“Maka untuk kami saya rasa sedikit terlalu cepat untuk bisa menggapai level Liverpool. Kami butuh untuk kembali memperbaharui dan mungkin dalam waktu satu tahun, kami bakal menempati level yang serupa dengan Liverpool,” imbuhnya.

Target Mkhitaryan Bersama Arsenal Di Liga Europa

Henrikh Mkhitaryan tidak ingin Arsenal yang cuma numpang lewat saja di ajang Liga Europa. Dengan dibesut oleh pelatih Unai Emery yang sudah memiliki banyak pengalaman di ajang Liga Europa, Mkhitaryan sangat bekeinginan agar dapat menjadi sang juara.
Pada dua musim berturut-turut, Arsenal menjalani pertandingan di ajang Liga Europa. Pada musim kemarin, The Gunners finis di babak semifinal usai mengalami kekalahan ketika kontra Atletico Madrid.
Pada Liga Europa 2018/2019, Arsenal masuk dalam list Grup E dengan bersama kubu Sporting CP, Vorskla Poltava, serta Qarabag. Mesut Oezil dengan rekan setimnya telah mengawali langkahnya dengan berhasil mengalahkan Vorskla Poltava pada kompetisi matchday 1 dengan perolehan skor 4-2, di kompetisi yang dilangsungkan di Jumat (21/9/2018) dini hari WIB.
Mkhitaryan, yang telah memiliki satu gelar juara ajang Liga Europa ketika dirinya masih menjadi pemain Manchester United, kini dirinya ingin memperoleh hasil maksimal dengan Arsenal. Lebihnya lagi Arsenal yang saat ini dibesut oleh pelatih Emery yang memiliki tiga titel Liga Europa.
Emery yang dulunya pernah meraih kesuksesan besar dengan Sevilla di ajang Liga Europa. Klub Spanyol tersebut dirinya berhasil mengantarkan kubunya meraih kejuaraan sebanyak tiga kali secara beruntun di musim 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016.
“Emery telah berhasil memenangi ajang pertandingan ini sebanyak tiga kali dan hal tersebut sangatlah penting untuk kami, untuk Arsenal, sebab kami bermain di ajang pertandingan ini guna dalam meraih kejuaraan. Kami tidak mau hanya sebagai partisipasian,” papar Mkhitaryan.
“Ini merupakan hal yang sangat penting sebab kalau Anda meraih juara, Anda dapat memperoleh tiket ke ajang Liga Champions, maka kami mencoba untuk menjuarai di tiap kompetisi dan kita lihat saja kami dapat melaju sampai mana.”

Paul Pogba Akan Dibeli Juventus Dengan Paulo Dybala

Klub sepakbola Juventus kelihatannya memang serius dengan kesepakatannya untuk membeli kembali Paul Pogba. Mereka diberitakan sudah siap untuk memberikan penawaran dan dana yang besar untuk Paulo Dybala agar skuad Manchester United rela untuk menjualnya.
Dan memang telah banyak berita yang mengatakan jika terdapat sederet isu yang mengatakan jika Pogba tak merasa senang berada di Manchester United. Sang gelandang sudah tak kerasan di Old Trafford dan dia memang sudah mempunyai niat untuk hengkang skuad itu.
Dan dengan laporan yang keluar itu juga telah membuat isu berhubungan dengan masa depan dari Paul Pogba. Salah satunya yakni skuad Juventus yang akan membeli kembali sang pemain. Juventus memang terlihat sangat serius dengan proses transfer dari Paul Pogba. Mereka diberitakan telah siapkan penawaran yang fantastis supaya Pogba dapat kembali ke Turin.
Juventus sekarang ini memang sedang melakukan investasi besar dengan skuadnya ini. Si Nyonya tua sedang membangun tim yang bisa merajai dunia sepakbola Eropa untuk tahun-tahun yang akan datang.
Dan dimusim panas ini mereka juga telah memboyong Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Pemain yang mempunyai julukan sebagai pemain terbaik dunia sekarang ini juga dibeli dengan harga transfer yang menjulang yakni 100 juta pounds.
Walau demikian manajemen Juventus masih tetap membidik para pemain papan atas untuk dibawa pulang ke skuad mereka. Oleh karenanya mereka juga mengira jika dengan datangnya Pogba akan membuat lini tengah mereka menjadi tidak terkalahkan.
Dan saat ini juga terdapat isu jika skuad Juventus sedang cari cara yang ampuh untuk membeli Paul Pogba dari United yang diberitakan akan menghabiskan dana yang hingga 150 juta pounds. Oleh karenanya mereka diberitakan akan menjual Dybala pada kesepaktan transfer itu.