Anthony Martial akan diuji Mourinho

Jose Moruinho sang pelatih klub sepakbola Manchester United sudah memberikan gambaran kecil soal susunan pemain yang akan digunakannya pada musim kompetisi 2018/19. Mourinho menyebutkan kalau dirinya kemungkinan besar akan menguji kemampuan Anthony Martial sebagai striker utama Red Devils diawal musim kemarin.

Martial kala itu dibeli manajer MU, Louis van Gaal dari AS Monaco. Dan sejak awal pembeliannya Martial memang direncanakan akan menjadi striker utama MU. Pada musim pertama Martial bersama Red Devils, striker kelahiran Prancis tersebut sering direncanakan Mourinho sebagai ujung tombak.
Namun semenjak dua tahun yang lalu, posisi Martial mulai berubah. Perubahan yang dimaksud bukan menjadi penghangat bangku cadangan, tetapi posisinya dilapangan yang berubah.
Zlatan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku mengambil tempat Martial yang berada di posisi tengah. Sehingga Martial lebih sering berada di sisi kiri bagian penyerangan United.
Berdasarkan data yang diambil dari Manchester Evening News.
Martial dikabarkan sedang menjalani laga uji coba. Oleh karena itu Martial saat ini sedang berada di negri paman sam. Dirinya datang bersama dengan tim sepakbola MU untuk melakukan sesi pra musim di Los Angeles, Amerika Serikat.
Mourinho mengakui kalau Martial nantinya akan menjadi pilihan pemain penyerangan setan merah pada awal musim nanti. Bersamaan dengan Mata dan Alexis, ketiga pemain tersebut akan menjadi starter penyerang Red Devils.

Hal ini dilakukan karena Mourinho tidak punya pilihan lain. Dirinya memilih kemampuan Martial sebagai penyerang utama MU, setelah dua strik United lainnya yaitu Romelu Lukaku dan Marcus Rashford tidak akan bermain pada awal musim nanti.
Hal ini disebabkan Mourinho yang memberikan libur ekstra kepada kedua penyerang tersebut. Setelah timnas Inggris dan timnas Belgia masing-masing masuk ke tahap akhir Piala Dunia 2018, Mourinho memutuskan untuk memberi libur tersebut sebagai bentuk apresiasi.

Dengan hilangnya kedua penyarang tersebut, Martial nantinya akan dijadikan sebagai ujung tombak penyerangan Red Devils. Walaupun Martial diberikan tanggung jawab demikian karena terpaksa, tetapi dirinya jadi dapat kesempatan emas. Jika seandainya Martial berhasil tampil hebat selama bertanding, maka dirinya bisa menjadi pengganti Lukaku di musim depan.

Tentu saja Martial harus menunjukkan kemampuannya sebagai penyerang United. Pertandingan untuk menguji kekuatan Martial akan dilakukan akhir pekan ini. Manchester United bertanding melawan Club Amerika pada laga uji coba pertama di Amerika Serikat.

Nikolai Kalinic akan dijual AC Milan

Nikolai Kalinic akan dijual AC MilanPemain penyerang AC Milan, Nikola Kalinic dikabarkan akan pindah menuju klub baru di musim 2018-2019. Kalinic saat ini sendang melakukan proses tawar-menawar dengan klub sepakbola Atletico Madrid.
Pada Piala Dunia 2018 Kalinic sempat menjadi topik kontroversial. Hal ini dikarenakan namanya dihapus dari timnas Kroasia meskipun dirinya sudah terdaftar sebelumnya.

Kalinic juga tidak mampu menunjukkan kemampuan permainannya ketika bermain bersama Milan pada musim lalu. Dengan harga 29 juta Euro, Kalinic hanya mampu menciptakan enam gol untuk Milan pada ajang seri A. Tentu saja jumlah gol tersebut tidak sesuai dengan harga pemainnya.

Dikarenakan hal tersebutlah Kalinic sudah tidak lagi menjadi pemain yang diandalkan Gennaro Gattuso. Sehingga Kalinic mempertimbangkan untuk keluar dari Milan dan bergabung bersama Atletico. Apalagi terdapat kabar bahwa Kalinic lebih dibutuhkan disana.

Selain Ac Milan, Atletico Madrid juga menjual beberapa pemain depannya. Salah satu pemain tersebut adalah Fernando Torres dikarenakan kontraknya sudah selesai. Untuk mengisi kekosongan ini, Los Colconeros membutuhkan pemain depan pengganti Torres.

Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid akhirnya memilih Kalinic sebagai pemain yang menggantikan posisi Torres pada musim depan.

Berdasarkan data dari Marca, Atletico rencanannya akan meminjam jasa Kalinic dalam jangka waktu satu musim dengan opsi pembelian permanen pada akhir musim. Alhasil Atletico harus mengeluarkan biaya sebesar 18 juta Euro jika menginginkan pemain 30 tahun tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, Tomislav Erceg selaku agen Kalinic mengaku bahwa kliennya sempat menjadi incaran tiga klub papan atas Eropa. Salah satu klub tersebut adalah Atletico Madrid. Tetapi hingga saat ini Kalinic belum membuat pilihan.

Erceg mengatakan bahwa Kalinic masih perlu menunggu keputusan dari Milan terhadap dirinya. Oleh karena itu Kalinic masih belum memutuskan meskipun banyak yang mau.

“Tapi beberapa opsi masih terbuka,” Ucap Erceg.
Mungkin Piala Dunia 2018 merupakan momen yang disesali oleh Kalinic. Soalnya Kalinic tidak mau dijadikan pemain pengganti ketika Kroasia melakukan laga uji coba melawan Nigeria sebelum dimulainya Piala Dunia 2018.

Kalinic sempat berpura-pura kalau dirinya cedera. Padahal tim medis Kroasia tidak menemukan masalah apapun pada tubuhnya.

Singkat cerita, Kalinic pun diusir dari timnas Kroasia karena ke-egoisannya tersebut. Kemudian Kroasia berhasil melewati prestasi terbaik mereka di Piala Dunia 2018 tanpa adanya Kalinic. Luka Modric bersama kawan-kawan berhasil masuk ke final Piala Dunia 2018, final yang merupakan final pertama Kroasia di Piala Dunia.

Sifat Pemalu N_Golo Kante di Piala Dunia 2018

N’Golo Kante, pemain sepakbola kelahiran Paris, Prancis yang dikenal sebagai gelandang berkualitas yang tangguh dan kuat dalam mencegah, merebut, dan mengamankan bola. Kante berhasil menjadi pemain yang disoroti banyak pihak setelah berhasil menjadi juara di Premier League 2015-2016. Kemudian kembali menjadi juara Premier League 2016-2017 ketika membela Chelsea. Tetapi siapa yang sangka, sosok gelandang hebat ini ternyata sosok yang pemalu.

Sebenarnya sifat pemalu Kante sudah diketahui para penggemar sepakbola. Tetapi sifat pemalunya terlihat jelas ketika dirinya memenangkan Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis.
Ketika ingin befoto dengan trofi Piala Dunia, Kante terlihat malu-malu saat memegang trofi tersebut.
Sebelumnya pada Final Piala Dunia 2018, Prancis berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 yang menjadikan Prancis menjadi Juara Piala Dunia 2018. Dengan prestasi timnas Prancis tersebut, seluruh staf pemain dan pelatih Prancis bahkan para suporternya hanyut kedalam eforia perayaan.
Sama seperti para timnas-timnas sebelumnya yang berhasil menjadi Juara Piala Dunia. Para pemain Les Bleus melakukan selfie dengan trofi tertinggi turnamen sepakbola setelah mereka mendapatkannya. Semua pemain mulai bergantian untuk memegang trofi dan mengambil gambar kenang-kenangan.
Tetapi ada seorang pemain Prancis yang enggan berpose bersama dengan trofi Piala Dunia didepan kamera. Bukan karena gengsi, tetapi malu bahkan sangkin malunya sang pemain tersebut tidak akan berfoto jika temannya tidak memaksa.
Yah dialah N’golo Kante.
Dirinya sempat menolak untuk berfoto dengan trofi kebanggan. Rekan setimnya Steven N’Zonzi terpaksa turun tangan untuk memaksa Kante berfoto bersama.
Kante waktu itu enggan meminta tolong kepada rekan satu tim Prancis untuk membagian memberikan trofi Piala Dunia. N’Zonzi menyadari hal tersebut dan langsung meminta para pemain Prancis yang lain untuk memberikan trofi Piala Dunia yang sedang dipengan Florian Thauvin, untuk diberikan kepada Kante.
N’Zonzi terlihat meminta tolong kepada Thauvin untuk memberikan trofi Piala Dunia. Sesudah Thauvin melakukan selfie, N’Zonzi langsung memberikan trofi kepada Kante yang waktu itu terlihat seperti bersembunyi diantara kerumunan pemain Prancis.

Akhirnya sesudah mendapatkan trofi Piala Dunia, gelandang 27 tahun tersebut langsung mengambil foto. Terlihat Kante tersenyum lebar ketika dirinya mengambil foto.
Kerendahan hati dan kesederhanaan N’Golo Kante sendiri sudah diakui banyak pihak sekaligus teman setim. Bahkan setelah Piala Dunia 2018, Kante menjadi favorit teman-temannya di Prancis. Hal ini dibuktikan ketika mereka melakukan perjalanan pulang ke hotel.
Ketika di perjalanan, para pemain menyanyikan lagu untuk mengelu-elukan Kante.
“N’Golo Kanté, dia kecil, dia baik, dia mengalahkan Lionel Messi”
Dan seperti biasa, Kante hanya tersenyum lebar ketika melihat dan menyaksikan teman-temannya bertingkah di dalam bus.

Ruben Loftus-Cheek mendesak kontrak Southgate diperpanjang

Ruben Loftus-Cheek mendesak kontrak Southgate diperpanjangInggris berhasil mencapai titik yang tidak diperkirakan banyak pihak. Sebelumnya mereka dikenal sebagai tim yang selalu sial dan payah tetapi pada Piala Dunia 2018 Inggris berhasil mengalahkan berbagai ekspektasi. Walaupun berakhir dengan hasil yang tidak begitu memuaskan, dimana mereka hanya mampu bertengger di posisi keempat. Lantas bagaimanakah nasib Gareth Southgate sebagai pelatih timnas Inggris setelah kegagalan mereka?
Gareth Southgate mendapatkan pembelaan dari salah satu pemainnya, Ruben Loftus-Cheek. Ruben mendesak federasi sepakbola Inggris untuk memperpanjang kontrak pelatih Gareth Southgate. Ruben mengaku Southgate merupakan sosok pelatih yang sangat pantas untuk melatih The Three Lions.
Sebelumnya Southgate pertama kali diberi tanggung jawab untuk melatih timnas Inggris pada tahun 2016 kemarin. Dirinya diberi tanggung jawab tersebut untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Sam Allardyce yang sempat terkena skandal pada waktu itu.
Southgate tidak main-main dengan tugas dan tanggung jawab yang didapatkannya. Dirinya langsung membuktikan kualitas dirinya sebagai pelatih tingkat atas kepada dunia.
Hal ini dibuktikan lewat pencapaian timnas Inggris yang berhasil melewati babak semifinal Piala Dunia 2018. Timnas Inggris yang dilatih Southgate tersebut berhasil melewati babak yang tidak pernah dilewati Inggris hingga 28 tahun lamanya.

Ruben sendiri sangat berharap kontrak pelatih Gareth Southgate akan diperpanjang nantinya.
Ruben mengatakan timnas Inggris saat ini memiliki banyak pemain-pemain yang masih muda. Pemain ini sekaligus memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemain hebat.
Kemudian Ruben mengaku dengan adanya Gareth Southgate sebagai pelatih timnas Inggris, para pemain mampu berkembang dengan pesat. Makanya Ruben meminta kepada Federasi Sepakbola Inggris untuk menambahkan kontrak Gareth Southgate.

“Jadi saya rasa memiliki Gareth untuk beberapa tahun ke depan akan menjadi hal yang baik untuk semua orang.”, Pengakuan dari Ruben soal perpanjangan kontrak Southgate.
Ruben juga menambahkan para pemain Inggris sudah menaruh rasa hormat yang begitu besar kepada Southgate. Pemain merasa Southgate mengerti perasan mereka karena Southgate pernah bermain di Timnas Inggris.
Hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa Ruben mendesak Federasi sepakbola Inggris untuk memperpanjang kotrak.
“Dia adalah manajer top”, ucap Ruben Loftus-Cheek
Southgate sendiri sebenarnya masih memiliki kontrak melatih dari Federasi Sepakbola Inggris hingga tahun 2020. Tetapi kabarnya pihak federasi sudah kini sendang melakukan pertimbagan soal perpanjangan masa pelatih Southgate hingga tahun 2022. Gaji Southgate juga katanya akan dinaikkan dua kali lipat, dari yang tadinya 2,5 juta pounds pertahun menjadi 5 juta pounds pertahun.

Penghargaan Prancis kepada Timnas Prancis

Penghargaan Prancis kepada Timnas PrancisTimnas Prancis berhasil memenangi pentas kejuaraan Piala Dunia 2018. Kemenangan ini sangat disambut baik oleh seluruh warga Prancis. Beberapa otoritas Prancis akan memberikan semacam penghormatan kepada pemain dan pelatih timnas Prancis dengan cara mengganti nama stasiun kereta di Prancis dengan nama timnas.
Prancis benar-benar hanyut dalam euphoria kegembiraan mereka. Setelah berhasil memenangi kejuaraan Piala Dunia 2018, Prancis berpesta pora dari pagi hingga malam. Pesta ini juga masih belum selesai, karena timnas Prancis belum sampai ke kampung halaman. Dan untuk menyambut kedatangan mereka beberapa nama stasiun kereta diubah.
Otoritas transportasi Paris, Régie autonome des transports parisien (RATP) membuat tindakan untuk menghargai kemenangan yang dibawa oleh skuat asuhan Didier Deschamps.
Seperti stasiun kereta Notre-Dame des Champs yang jika di terjemahkan secara harafiah berarti ‘Wanita kami di lapangan’ akan diganti menjadi “Notre Didier Deschamps” yang berarti ‘Didier Deschamps kami’.
Kemudian terdapat juga stasiun Victor Hugo yang akan diubah menjadi “Victor Hugo Lloris”. Berikutnya ada stasiun “Bercy” yang akan diubah menjadi “Bercy Les Bleus”. Dan masih banyak lagi.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk menghormati jasa para pihak timnas Prancis dalam memenangi kejuaraan maha akbar Piala Dunia 2018 sekaligus sebagai hadiah sambutan kepada mereka.
Timnas Prancis dikabarkan akan bertolak dari Russia pada hari Senin 16 Juli 2018 waktu setempat. Kemudian mereka akan tiba di Bandara Roissy, dan setelah itu mereka akan diarak keliling area Champs Elysees.
Kemudian terdapat juga stasiun kereta diujung area Champs Elysees yang namanya juga diubah. “Charles de Gaulle – Étoile” demikian namanya akan menjadi “On a 2 Etoiles” yang artinya “Kami memiliki dua bintang”.
Kedua bintang yang dimaksud ini adalah Charles de Gaulle, seorang prajurit Prancis yang merupakan pahlawan perang dunia kedua, dan Timnas Prancis yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018.
Didier Deschamps benar-benar sukses dalam karirnya di dunia sepak bola. Meskipun sebelumnya pada tahun 2016, Deschamps gagal membawa Prancis menjadi juara Piala Eropa setelah kalah oleh Portuga
Sekarang tahun 2018, Deschamps berhasil mendaftarkan namanya sebagai salah seorang dari tiga legenda Piala Dunia yang berhasil mendapatkan trofi kemenangan baik sebagai pemain maupun pelatih. Kedua orang sebelumnya adalah Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman).
Seakan belum cukup, sekarang warga Prancis merubah nama tempat-tempat transportasi dengan nama Deschamps beserta para pemain Prancis.
Sayangnya terdapat kabar bahwa perubahan nama tempat ini hanya berlaku sementara saja.

Naturalisasi Coutinho Menjadi Warga Negara Portugal

Kali ini terdapat kabar baik yang bisa membuat klub sepak bola Spanyol, Barcelona bernafas lega. Pasalnya playmaker Barcelona Philipe Coutinho, sebentar lagi akan mendapatkan status sebagai warga negara Uni Eropa.
Coutinho dikabarkan akan mendapatkan status sebagai warga negara Portugal lewat proses naturalisasi.
Coutinho adalah seorang pemain yang lahir, dibesarkan, dan tentu saja seorang warga negara Brasil. Coutinho merupakan pemain yang hebat didunia Internasional, hal ini dibuktikan lewat timnas Brasil yang sering menjadikan Coutinho pemain andalan. Tentu saja, pada Piala Dunia 2018 kemarin Coutinho diikutkan Brasil untuk ikut bertanding di Russia.

Tetapi karena Coutinho diperbolehkan memiliki status warga negara ganda, dirinya pun memutuskan untuk melakukan naturalisasi.
Tindakan naturalisasi yang dilakukan pemain merupakan tindakan yang lazim dilakukan pemain-pemain yang berkiprah di Eropa serta menjadi andalan klub di benua sana.

Berdasarkan data yang didapat dari Marca, Coutinho memiliki kesempatan untuk mendapatkan status warga negara Portugal berkat istinya, Aine.
Setelah melakukan pernikahan kepada Aine, mantan pemain Liverpool tersebut mengajukan kewarganegaraan Portugal. Keputusannya ini sangat disambut baik oleh klub yang dibela Coutinho, yaitu Barcelona.
Barca siap memberikan dukungan penuh, mereka bahkan membantu Coutinho dalam mengurus proses administrasi yang diperlukan
Jika tidak terdapat masalah apapun, Coutinho nantinya akan menjadi warga negara Portugal secara resmi sebelum dimulainya musim 2017-2018. Marca mengatakan bahwa proses perpindahan warga negara Coutinho akan selesai sebelum 12 Agustus nanti.
Sesudah Coutinho menyandang status sebagai warga negara Portugal, Barcelona akan mendaftarkan Coutinho sebagai pemain Eropa. Dengan begini Barca tidak perlu menggunakan jatah maksimal tiga pemain non Uni Eropa yang boleh didaftarkan.
Seluruh kejadian ini sangat menguntungkan Barca. Dengan masuknya Coutinho sebagai pemain Uni Eropa, Blaugrana dapat menggunakan sisa satu slot pemain tambahan yang berasal dari luar daerah Uni Eropa.
Barca sebelumnya sudah mendaftarkan dua pemain yang berasal dari luar Uni Eropa. Pemain tersebut adalah Yerry Mina dan Arthur Melo. Dan sesuai dengan format pendaftaran, Barca hanya boleh menambahkan satu pemain non Uni Eropa lagi.
Kemudian walaupun Coutinho nantinya mendapatkan status sebagai warga negara Portugal, dirinya tidak akan begitu saja dijadikan pemain timnas Portugal. Malah Coutinho tidak dapat dijadikan pemain timnas Portugal. Soalnya Coutinho sudah tercatat sebagai pemain Senior Brasil.

N_Golo Kante, the Unsung Hero of France

N_Golo Kante, the Unsung Hero of FranceSeorang pemain yang sangat berjasa pada timnya, tetapi tidak mencetak gol, ataupun melakukan assist. Kemudian tidak melakukan penyelamatan gemilang dari gol. Malah dirinya mendapatkan satu kartu kuning. Tetapi dia dianggap sebagai pahlawan di timnya.
Siapakah dia. Jawabannya N’Golo Kante.
N’Golo Kante sangat berkontribusi ketika dirinya ditunjuk sebagai gelandang Prancis. Bahkan ada yang menyebutkan dirinyalah yang pantas mendapatkan Golden Ball.
Kante memiliki posisi sebagai gelandang di Prancis, sebuah posisi yang memang tidak menonjol atau bahkan bisa dibanggakan. Tetapi setiap posisi pada permainan bola sangat penting, dan Kante berhasil membuktikannya.
Badannya yang cukup pendek dan kecil membuat dirinya mampu bermain dengan lincah. Dirinya juga cepat, jika seandainya tidak diawasi gerak-geriknya Kante bisa menghilang dan muncul dari satu tempat ketempat lain dalam waktu yang singkat.
Pergerakannya yang cepat benar-benar membuat pusing lawan. Kemampuan Kante benar-benar membingunkan. Kante seperti bisa memainkan dua peran gelandang sekaligus. Bahkan Paul Pogba juga heran dengan kemampuan milik Kante.
Selain kecepatannya yang gemilang Kante juga pandai dalam merebut bola. Berdasarkan statistic Opta, Kante sudah melakukan 61 kali perebutan bola yang sukses. Perebutan terbanyak di Piala Dunia.
Kemampuan Kante berikutnya terdapat pada stamina yang kuat, dan intuisi dalam memperhitungkan pergerakan bola dari gocekan musuh. Kante seperti bisa melihat arah permainan.
Kemampuan Kante ini sangat ampuh dalam mencegah serangan-serangan lawan. Bahkan selama bertanding di Piala Dunia 2018, Prancis belum pernah kebobolan gol lewat skema serangan balik. Kekuatan dan kepiawaian Messi berhasil dikalahkan Kante. Serangan balik ‘berkelas’ milik Belgia juga mampu dipatahkan oleh gelandang Prancis ini.
Kemudian Kante ternyata memiliki bakat juga dalam hal mengumpan. Total akurasi umpan Kante selama Piala Dunia 2018 mencapai 89,6 persen.
Ditambah dengan statistic rata-rata memotong (3,2) dan tekel (2,3) yang Kante berhasil lakukan per pertandingan.
Selain tidak cepat, tidak mudah lelah, sulit dilewati dirinya juga mampu membantu temannya dengan baik.
Sempat ada seorang komentator yang mengomentar permainan Kante ketika membela Leicester City yang berhasil menjadi juara Premier League.
“Jika planet bumi terancam hujan asteroid, saya cukup yakin Kante akan mencegatnya”
Kante bahkan menjadi pahlawan favorit para pemain timnas Prancis berkat kemampuannya. Bahkan mereka membuatkan lagu yang diciptakan khusus untuk “Kante”. Kante yang pemalu hanya bisa tersenyum lebar seperti biasa melihat tingkah laku teman-temannya.
Mulai dikenal masyarakat internasional ketika berhasil membawa Leicester City menjadi juara Premier Leage, sampai saat dimana dirinya menjadi sama pentingnya dengan pemain-pemain hebat Prancis seperti Antoine Griezmann, Paul Pogba dll.
Sungguh sebuah kemenangan tersendiri untuk Kante. Semoga Kante akan terus berkembang menjadi gelandang terbaik didunia.
N’Golo Kante pahlawan Prancis tanpa tanda jasa.

Mateo Kovačić akan dijual Real Madrid

Mateo Kovačić akan dijual Real MadridSepertinya tindakan jual pemain-pemain bintang akan terus dilakukan Real Madrid pada musim panas ini. Setelah sebelumnya menjual pemain mega bintang Cristiano Ronaldo, sekarang Mateo Kovacic masuk dalam daftar penjualan Real Madrid.
Berdasarkan data dari Marca, Madrid sudah memberikan lampu hijau kepada klub-klub yang tertarik untuk melakukan negosiasi soal harga Kovacic. Meskipun begitu Madrid tetap akan menarik harga yang tinggi untuk sang pemain.
Kovacic juga tidak begitu bermasalah dalam penjualan ini, malah Kovacic terlihat senang setelah mengetahui dirinya akan keluar dari Santiago Bernabeu. Soalnya Kovacic sudah lama ingin bermain secara reguler.
Sementara jika Kovacic tetap bermain bersama Madrid, dirinya tidak akan bermain secara reguler karena kalah kualitas dengan Luka Mudric, Toni Kross dan Casemiro.
Kemudian Madrid dikabarkan akan langsung menjual Kovacic jika seandainya ada yang mau membelinya dengan harga mahal. Presiden Madrid, Florentino Perez mengatakan kalau dirinya akan langsung melepas pemain asal Kroasia tersebut jika ada yang menawar hingga 90 juta euro.
Awal kisah permainan Kovacic di Madrid dimulai pada tahun 2015. Waktu itu Real Madrid hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 35 juta euro agar Inter Milan mau melepaskan Kovacic. Dan selama tiga tahun bermain bersama Madrid, Kovacic cenderung dijadikan pemain pelapis.
Meskipun usianya masih tergolong muda (24 tahun), tetapi Kovacic sudah memiliki pengalaman bertanding bersama klub-klub kelas atas. Jadi tidak heran jika Kovacic sering menjadi incaran klub-klub lain.
Terdapat dua klub sepakbola yang sangat menginginkan untuk mengambil Kovacic. Merekalah Manchester United dan Manchester City.
Setelah gagal mendapatkan salah satu pemain Napoli, Jorge Luiz Frello yang lebih memilih untuk bergabung bersama Chelsea, pelatih Manchester City, Josep Guardiola kemudian mengiginkan Kovacic untuk bergabung.
Namun, Manchaster City tidak mau mengeluarkan dana yang besar sesuai permintaan Real Madrid. Sepertinya akhir-akhir ini Manchester City lebih realistis dalam melakukan transaksi pembelian pemain.
Kovacic bahkan terang-terangan tentang dirinya yang selalu menjadi penunggu di bangku cadangan. Dirinya ingin bermain lebih banyak, ingin turun kelapangan merasakan pertandingan secara langsung.
Makanya Kovacic tidak mau bermain lebih lama lagi bersama Real Madrid. Sehingga keluar dari Madrid merupakan solusi terbaik yang dimilikinya saat ini.

Jordan Pickford tidak diijinkan pidah klub

Jordan Pickford tidak diijinkan pidah klubMeskipun gagal menjadikan Timnas Inggris sebagai juara ketiga Piala Dunia 2018, tetapi Jordan Pickford berhasil tampil memukau pada turnamen terbesar sepakbola didunia tersebut. Hal ini dibuktikan Pickford mendapatkan tawaran pindah dari klub. Tetapi ada sesorang yang menyarankan Pickford untuk tetap bersama Everton pada musim depan.
Pada Piala Dunia 2018, Jordan Pickford menjadi salah satu faktor keberhasilan timnas Inggris. Walaupun diawal turnamen Inggris sangat diragukan mampu tembus hingga ke babak semifinal Piala Dunia 2018.
Posisi Pickford sebagai penjaga gawang berhasil menjadikan dirinya sebagai salah satu faktor keberhasilan timnas Inggris di Russia. Penjaga gawang berusia 24 tahun tersebut mampu menampilkan permainan yang solid selama bertanding dilapangan. Pickford tercatat sudah berhasil melakukan 14 penyelamatan selama di Piala Dunia 2018.
Jadi tidak heran kalau setelah Piala Dunia 2018 Pickford masuk kedalam radar incaran klub-klub sepakbola papan atas Eropa. Tetapi ada sosok yang meminta Pickford untuk tidak pindah dari Everton. Dialah David Moyes, mantan pelatih Pickford di Sunderland.
Awal musim 2017-2018 merupakan saat dimana Pickford pindah ke Everton. Dan sebelumnya Pickford memang disebut-sebut sebagai kiper masa depan Inggris. Oleh karena itu Everton rela membuang uang hingga 28.5 juta euro demi mendatangkan Pickford.
Moyes mengatakan akan bodoh jika seandainya Pickford memutuskan untuk pindah dari Everton.
Hal ini disebabkan karena Moyes merasa Everton merupakan klub yang tepat bagi Pickford.
Moyes yakin Everton merupakan klub sepak bola yang bisa membuat Pickford berkembang karena Pickford diyakini akan bertemu dengan tantangan yang bagus jika tetap di Everton. Kemudian menambah fakta kalau Pickford baru saja pindah ke Everton. Moyes juga yakin, Everton
Kemudian salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan Pickford menurut Moyes adalah bermain reguler. Kesempatan bermain reguler sudah pasti bisa didapatkan jika bersama Everton, tetapi belum tentu bisa didapatkan jika bergabung dengan Liverpool atau Chelsea.

Mempertimbangkan umur Pickford yang masih muda (24 tahun), Moyes percaya Pickford masih bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar.
Moyes juga mengatakan Pickford tidak boleh cepat puas atas pencapaiannya di Piala Dunia 2018.
Meskipun Pickford berhasil menunjukkan kapasitasnya di Piala Dunia 2018, tetapi masa depan masih menunggu. Pickford tidak lagi akan bermain bersama Harry Kane dkk, dirinya akan bermain bersama Everton. Sehingga Pickford harus menjadi lebih baik lagi, tidak boleh berpuas diri.

Heimir Hallgrimsson mundur dari pelatih Islandia

Kali ini kabar mengejutkan datang dari negri Islandia. Pelatih Heimir Hallgrimsson memutuskan untuk berhenti melatih timnas Islandia. Hallgrimsson sendiri yang mengakhiri perjalanan panjang dirinya bersama timnas Islandia.
Dunia sepakbola Islandia sebenarnya memiliki cerita yang inspiratif serta unik dalam beberapa tahun terakhir. Walaupun mereka tidak memiliki pemain bintang tetapi mereka mampu menciptakan prestasi yang tidak kalah hebat.
Prestasi yang hebat ini disebabkan adanya Hallgrimsson di sepakbola Islandia. Dirinya mampu mengubah kualitas pemain Islandia yang biasa saja menjadi luar biasa. Hallgrimsson menggunakan kolektivitasi tim sebagai kunci pelatihannya.
Tetapi kisah Hallgrimsoon bersama timnas Islandia sudah berakhir. Sesudah menyelesaikan pertandingan di Piala Dunia 2018, Hallgrimsson resmi keluar dari tugasnya sebagai pelatih Islandia pada selasa 17 Juli 2018.
2011 merupakan tahun dimulainya kisah Hallgrimsson sebagai pelatih Islandia. Kala itu, dirinya hanyalah seorang assisten pelatih. Membantu Lars Lagerback dalam membangun timnas Islandia.
Kemudian pada tahun 2013, Federasi Sepakbola Islandia memutuskan untuk menunjuk Hallgrimson sebagai manajer timnas Islandia bersama dengan Lagerback. Kemudian pada tahun 2016 Hallgrimsson akhirnya menjabat sebagai pelatih kepala timnas Islandia.
Prestasi yang dibuat Hallgrimsson pun dapat dikatakan hebat. Dirinya berhasil membawa Islandia terbang hingga perempat final Piala Eropa 2016 kemarin. Kemudian membawa Islandia bermain pada Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya.
Walaupun tim yang diasuh Hallgrimson tidak mampu bertanding sehebat di Piala Eropa 2018, tetapi permainan timnas Islandia sempat membawa decak kagum. Terutama ketika melawan Argentina di penyisihan grup, timnas Islandia mampu bermain dan mempertahankan kedudukan 1-1 hingga akhir pertandingan.
Tetapi di dua pertandingan lainnya, Timnas Islandia tidak mampu menghasilkan yang terbaik. Mereka kalah 2-0 ketika melawan Nigeria, kemudian kesedihan ditambah ketika timnas Islandia kalah 1-2 melawan Kroasia.
Alhasil Islandia gagal masuk ke 16 besar, malah mereka menjadi tim di posisi terndah Grup D.
Hallgrimson pada bulan Januari kemarin sempat datang ke Indonesia. Dirinya beserta tim mengunjungi Indonesia bukan sekedar untuk liburan, melainkan untuk melakukan laga uji coba.
Masyarakat Indonesia menyambut dengan meriah kedatangan timnas Islandia. Hallgrimson bahkan sempat mengucapkan rasa terima kasih secara pribadi.
“Saya selaku pelatih Islandia dan bagian dari Federasi kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas sambutan yang luar biasa dari Federasi dan juga masyarakat Indonesia,” ujar Hallgrimsson.
Hallgrimson juga mengakui semangat dan ambisi sepakbola Indonesia. Dirinya kemudian mengucapkan harapannya kepada sepakbola Indonesia agar bisa ikut bermain di Piala Dunia.